Langsung ke konten utama

KARYA TULIS ILMIAH_ANTARTIKA DAN MASALAH IKLIMNYA_SMA Nuraida IBS 2024


  KARYA TULIS ILMIAH 

ANTARTIKA DAN MASALAH IKLIMNYA




Disusun Oleh: 

Annisa Nayla Mumtazah

Naila Zhafirah

Juvenia Fabianne Aditama 

 


Guru Pembimbing: 

Ustadzah Yesi Endari, S.Pd.




SMA NURAIDA ISLAMIC BOARDING SCHOOL 

KOTA BOGOR 

2024


ABSTRAK 


ANNISA NAYLA MUMTAZAH, NAILA ZHAFIRAH, JUVENIA FABIANNE ADITAMA. Antartika dan Masalah Iklimnya. Dibimbing oleh Ustadzah Yesi Endari, S.Pd. 


Pencairan es di Antartika merupakan dampak nyata dari perubahan iklim global, yang mengakibatkan kenaikan suhu dan perubahan pola cuaca. Hal ini menyebabkan pencairan es yang signifikan, yang berdampak pada kenaikan permukaan laut global dan gangguan terhadap ekosistem. Dalam karya tulis ilmiah ini, kami menuliskan penyebab, dampak, dan kontribusi pencairan es di Antartika terhadap perubahan iklim global. Kami juga memberikan upaya mitigasi yang dapat dilakukan. Diperlukan tindakan yang berkelanjutan untuk mengatasi masalah ini dan menjaga keberlangsungan lingkungan global.


DAFTAR ISI 


ABSTRAK i

DAFTAR ISI ii

BAB I 1

1.1. Latar Belakang

1.2. Rumusan Masalah

1.3. Tujuan Penelitian

BAB II 2

2.1. Metode Penelitian

2.2. Pembahasan

BAB III 4

3.1. Simpulan

3.2. Saran

DAFTAR PUSTAKA


BAB I

PENDAHULUAN


  1. Latar Belakang 

Saat ini, bumi sedang menghadapi masalah pemanasan global. Suhu bumi yang menaik memberikan banyak sekali pengaruh buruk ke cuaca, contohnya di Antartika. Antartika diduga telah mengalami fenomena yang mengerikan, yaitu tentang lapisan es yang mencair. 

Para ilmuwan mengekstraksinya pada 2019, melalui proses yang melelahkan dan mereka menyimpulkan bahwa kondisi es di Antartika sangat memprihatinkan. Lapisan es Antartika Barat sangat rentan terhadap perubahan iklim, karena daratan di bawahnya berada di bawah permukaan laut dan memiliki kemiringan ke bawah. 

  1. Rumusan Masalah 

Bagaimana peningkatan suhu global dan perubahan pola cuaca yang disebabkan oleh aktivitas manusia mempengaruhi laju pencairan es di Antartika? Serta dampaknya terhadap kenaikan permukaan laut global dan gangguan terhadap ekosistem di Antartika dan dunia, serta apa upaya-upaya mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini?

  1. Tujuan Penelitian 

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi alam di Antartika yang kini mengalami pemanasan global. Dan untuk mengetahui perkembangan pemanasan global di Antartika.


BAB II


METODE DAN PEMBAHASAN



  1. Metode Penelitian 

Dalam penulisan karya ilmiah, penelitian menjadi indikator terpenting dan sebagai pedoman agar kegiatan penelitian dapat terlaksana dengan baik. Dalam penulisan karya ilmiah ini metode penelitian yang digunakan berupa kajian pustaka. Kajian pustaka merupakan metode pengumpulan data dengan melakukan penelaahan terhadap buku, literatur, catatan, serta berbagai laporan yang berkaitan dengan penelitian yang sedang dilakukan. 

  1. Pembahasan 

   Penyebab Pencairan es di Antartika disebabkan oleh meningkatnya suhu global yang disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti; Pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi, sehingga suhu rata-rata di Antartika menaik. Tak hanya itu, perubahan pola cuaca yang ekstrim dapat mempercepat pencairan es di Antartika.

Adapun dampak pencairan es, yaitu:

  1. Kenaikan Permukaan Laut 

Sekitar 70% air di permukaan bumi menghuni. Itu artinya, apabila es mencair, maka desa-desa di pesisir dan kepulauan kecil akan terancam tenggelam.

  1. Rusaknya Tempat Flora dan Fauna

Terumbu karang membutuhkan sinar matahari untuk proses fotosintesis. Jika air menaik, maka cahaya matahari akan menghambat proses fotosintesis, karena tidak sampai pada terumbu karang. Tak hanya itu, satwa liar seperti; Anjing laut, pinguin, gajah laut,  akan kehilangan tempat tinggal, sehingga mereka akan 

kesulitan bertahan hidup. 


  1. Kerusakan Lingkungan Dan Ekosistem

Selain mengancam satwa, mencairnya es di kutub juga berpotensi merusak ekosistem yang sensitif di wilayah tersebut. Ini termasuk kehilangan zona perairan es, alga, krustasea, dan organisme lain yang hidup di bawah es. Selain itu, perubahan suhu dan salinitas air laut akibat mencairnya es kutub juga dapat mempengaruhi kehidupan laut yang kompleks dan memicu penurunan keanekaragaman hayati.

Es laut di sekitar Antartika telah berada pada tingkat terendah dalam catatan mereka selama dua musim panas di belahan bumi Selatan tahun ini. Kendati wilayah tersebut memasuki puncak musim dingin, data satelit menunjukkan ada sekitar 2,5 juta km persegi es lebih sedikit daripada rata-rata biasanya.

Kontribusi pencairan es Antartika terhadap perubahan iklim global:

  1. Frekuensi dan Intensitas Badai: Pencairan es di Antartika dapat meningkatkan frekuensi dan intensitas badai di berbagai belahan bumi.

  2. Perubahan Sirkulasi Laut: Pencairan es di Antartika dapat mempengaruhi sirkulasi laut global, yang berpotensi mempengaruhi iklim regional dan global



Potongan daratan es Gletser Collins yang mencair di Antartika, kemungkinan dampak dari perubahan iklim yang sedang terjadi. Foto : Eskinder Debebe / PBB dilisensikan di bawah CC BY-NC-ND 2.0.

BAB III


PENUTUP


  1. Simpulan 

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, pencairan es di Antartika merupakan masalah yang sangat serius dengan dampak yang luas terhadap lingkungan global. Peningkatan suhu global dan perubahan pola cuaca yang disebabkan oleh aktivitas manusia menjadi faktor utama penyebab pencairan es ini. Dampaknya tidak hanya terasa lokal di Antartika, tetapi juga berdampak secara global, termasuk kenaikan permukaan laut dan gangguan ekosistem. 


  1. Saran 

Salah satu yang terdengar cukup gila, rencana yang diajukan oleh kelompok nirlaba Proyek es Antartika yang berbasis di California: menebar lapisan tipis bubuk kaca ke beberapa bagian Kutub Utara, untuk menjaganya dari sinar matahari dan membantu es terbentuk kembali. Namun yang harus  dilakukan adalah tindakan yang komprehensif dan terkoordinasi antar negara-negara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan. Selain itu, penelitian dan pengembangan teknologi hijau yang ramah lingkungan perlu dipercepat untuk membantu mengurangi dampak perubahan iklim. Pendidikan dan kesadaran masyarakat juga harus ditingkatkan agar masyarakat dapat berperan aktif dalam mengurangi jejak karbon lingkungan. 


DAFTAR PUSTAKA


Amos, Jonathan dan Erwan Rivault. 2023 (19 Februari). Lapisan es laut Antartika 

terus mencair, mencetak rekor terendah. Diakses pada 21 Maret 2024, dari https://www.bbc.com/indonesia/majalah-64671805

Cai, Wenju dkk. 2023 (20 Februari). Pemanasan dasar laut di Antartika dan 

pencairan es laut dipengaruhi oleh proyeksi perubahan El Niño. Diakses 

pada 21 Maret 2024, dari https://www.nature.com/articles/s41558-023-01610-x

Iqbal, Donny. 2023 (3 September). Benua Antartika Memanas 20 Kali Lipat 

Akibat Perubahan Iklim. Diakses pada 21 Maret 2024, dari

https://www.mongabay.co.id/2023/09/03/benua-antartika-memanas-20-kali

-lipat-akibat-perubahan-iklim/

Luhn, Alec. 2023 (3 April). Lapisan es di Antartika Timur mulai mencair,   

‘raksasa tidur’ yang berpotensi memicu kenaikan permukaan laut. Diakses   

pada 21 Maret 2024, dari https://www.bbc.com/indonesia/articles-

/c84m1jw4x30o

Mustajab, Ridhwan. 2023 (31 Juli). Akibat Pemanasan Global, Lapisan Es di                

Antartika Terus Berkurang . Diakses pada 08 Maret 2024, dari https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/06/13/pemanasan

-global-lapisan-es-di-antartika-berkurang-26433-gigaton-per-maret-2022

Rizaty, Monavia Ayu. 2022 (13 Juni). Pemanasan Global, Lapisan Es di Antartika

Berkurang 2.643,3 Gigaton per Maret 2022. Diakses pada 08 Maret 2024, dari https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/06/13/pemanasan

-global-lapisan-es-di-antartika-berkurang-26433-gigaton-per-maret-2022

Zimmer, Katarina. 2020 (13 Oktober). Rencana menyelamatkan es Kutub Utara 

dengan butiran kaca. Diakses pada 21 Maret 2024, dari 

https://www.bbc.com/indonesia/majalah-54505292


Komentar

Postingan populer dari blog ini

  MURABAHAH  Pendahuluan Dalam kehidupan ekonomi modern, masyarakat tidak dapat terlepas dari kegiatan transaksi dan pembiayaan. Namun, dalam sistem keuangan konvensional, praktik bunga (riba) masih sering digunakan, yang bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Untuk menghindari hal tersebut, sistem keuangan syariah hadir sebagai alternatif yang berlandaskan keadilan, kejujuran, dan larangan riba. Salah satu akad yang paling banyak digunakan dalam lembaga keuangan syariah adalah akad Murabahah. Akad ini merupakan bentuk jual beli dengan penambahan margin keuntungan yang disepakati antara penjual dan pembeli, di mana penjual harus menyebutkan harga pokok barang serta besaran keuntungan secara transparan. Melalui akad Murabahah, masyarakat dapat melakukan pembiayaan berbagai kebutuhan, seperti: rumah, kendaraan, maupun modal usaha dengan cara yang sesuai syariat Islam. Dengan demikian, Murabahah tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme ekonomi, tetapi juga menjadi sara...

Akad Rahn dan Rahn Tasjily pada Pegadaian Syariah dan Perbankan Syariah Indonesia_UTS ICT_2025

Akad Rahn dan Rahn Tasjily pada Pegadaian Syariah dan Perbankan Syariah Indonesia Naila Zhafirah (Universitas Tazkia) T.A 2025/2026 Bab I. Pendahuluan Hawalah adalah salah satu akad yang penting dalam transaksi keuangan syariah maupun konvensional karena terkait dengan pemindahan kewajiban atau piutang dari pihak A ke B tanpa dasar riba. Dalam sistem perbankan syariah modern, hawalah bukanlah sekedar akad fiqih yang menjadi kategorinya. Pemindahan itu terus direkonsep jadi “fundamental” untuk penyediaan produk layanan keuangan, satu di antaranya pembiayaan itu sendiri, lebih persis korporasi. Selain itu, akad hawalah juga digulirkan dalam kasus penutupan posisi jangka pendek menggunakan alat keuangan tradisional dimana order versi dari awalnya terbuka kembali. Selama lima tahun terakhir, hawalah menjadi booming, terutama dalam layanan factoring dan take-over pembiayaan. Kedua layanan tersebut sesungguhnya sangat bergantung pada fungsi hawalah dalam mekanisme pemindahan piutang atau kew...